Created by : Rama Doni & Muhammad Yusuf
Date : Monday, 24 oktober 2016
Yogyakarta 1935, Pukul 07:30
Pagi, Matahari pagi pun mulai menyongsong dan diikuti oleh kegiatan bertani para masyarakat desa. Desa sekar mukti salah satunya, Pak dandi salah seorang warga sekar mukti, ia pun mulai bergegas meninggalkan rumah untuk bertani. Kirman adalah anak bungsu dari pak dandi, Di pagi itu kirman mempersiapkan barang bawaan untuk dibawa ke pos penjagaan,
Pagi, Matahari pagi pun mulai menyongsong dan diikuti oleh kegiatan bertani para masyarakat desa. Desa sekar mukti salah satunya, Pak dandi salah seorang warga sekar mukti, ia pun mulai bergegas meninggalkan rumah untuk bertani. Kirman adalah anak bungsu dari pak dandi, Di pagi itu kirman mempersiapkan barang bawaan untuk dibawa ke pos penjagaan,
“ Dalam hati pun ia berkata! ada yang harus aku perjuangkan untuk
desa ini, Terlebih untuk bangsa dan Negara ini “ Setibanya di pos penjagaan ia
bertemu dengan bagas, Teman masa kecilnya. Saat ini kirman berusia 18 tahun,
Kirman : Hay.. gas! Apa kabarmu,
“ Tanya kirman “
Bagas : Allhamdulillah baik, Bagaimana dengan kamu. Ooh… Iya! Bapak
mu sedang bertani ya.
Kirman : Allhamdulillah baik, Iya sedang bertani di ladang.
Begitulah beberapa percakapan yang terjadi antara bagas dan kirman.
Kemudian selang beberapa waktu para tentara belanda baru tiba di desa
sebelah, Yaitu desa makmur sejahtera.
Salah seorang warga sekar mukti pun mendenggarnya, Ia adalah sepupu
dari bagas bernama laras. Lantas ia langsung bergegas menuju pos penjagaan,
Dengan nafas yang terengah engah! Ia pun berlari sekuat tenaga, setibanya di
pos penjagaan ia pun langsung menghampiri kirman dan bagas, Mas! mas huftt..! “
Sambil mengelap keringat di pipinya “
Kenapa kamu dek! Tanya bagas. Kirman pun yang ada disebelahnya
langsung panik, Ada apa ini!
Tak lama kemudian bagas pun berusaha menenangkan laras, Sepupunya
itu.
Coba, Coba kamu jelaskan laras! Apa yang terjadi, “ Tanya bagas “
Laras : Di desa sebelah mas tentara belanda sudah tiba, “ Dengan raut
wajah paniknya laras menjelaskan. “
Bagas : Ooh.. Benarkah! Segera beri tahu warga desa tentang hal ini.
Kirman : “ Mendengar hal itu kirman pun langsung bergegas menuju desa
sekar mukti, Dengan tergesa gesa kirman menuju desa.
Saat sedang berjalan bertemulah ia dengan kepala desa, hufft..
hufft.. dengan tergesa gesanya kirman berlari.
Tak berselang lama pak lurah menyapa, hay. Tunggu sebentar! “ Tanya
pak lurah “
Kirman : pak.. pak..! Didesa sebelah tentara belanda sudah tiba.
Pak lurah : “ Mendengar hal tersebut pak lurah terkejut “
Hahh.. benarkah itu! “ Terang
pak lurah “
Kirman : Iya pak! Benar, Saya hendak bergegas ke desa pak, untuk
memberitahu warga desa.
Pak lurah : Iya bareng saya saja, Saya pun hendak kesana.
“ Terang pak lurah “
Obrolan pun beberapa saat berhenti, Karena mereka bergegas kembali ke
desa.
Setibanya di desa mereka langsung berorasi, hay..warga desa!
Berkumpullah, Ada kabar buruk.
Beberapa saat kemudian, Warga pun berkumpul.
Iya.. Ada apa! Jawab salah seorang warga.
Pak lurah : Persiapkan persenjataan kalian! Kita akan bertempur, Para
penjajah belanda sudah tiba di desa sebelah.
Ayo.. kita bertempur! Semuanya persiapkan persenjataan kalian, “ Saut
salah seorang warga “
Beberapa saat kemudian dentuman senjata pun terdengar, Dorr.. dorr..!
Salah seorang warga pun panik mendengar hal tersebut, Dan segera
mengumpulkan para wanita dan anak-anak, Untuk segera dievakuasi.
Para warga pun telah bersiap dengan persenjataan mereka, “ Dan tak
selang berapa lama pertempuran pun terjadi “ Dorr.. dorr.. dor! Suara tembakan
pun berlangsung, Beberapa warga pun berjatuhan
Terkena tembakan.
Kirman yang melihat hal tersebut langsung panik melihat hal tersebut,
Kirman sangat emosi dan berurai air mata.
Hahhhh.. Akan ku bunuh kalian semua! Jawab kirman dengan suara
lantang.
Beberapa saat kemudian kirman langsung berlari ke kerumunan tentara
belanda, Hahh.. Rasakan ini! Kirman pun menusukan bambu runcing ke badan salah
seorang tentara, Arghhh.. Salah seorang tentara belanda meringis kesakitan! “
Kirman menusukan bamboo runcing berulang ulang ke tubuh tentara tersebut “
Bagas pun bergegas menuju kirman, untuk membantunya.
Bagas : Kirman tunggulah aku, aku akan membantumu!
“ bagas berteriak dengan suara
lantang “
Peperangan pun masih terus berlangsung, Dengan suara tembakan yang
terus bergema!
Kirman : Cepatlah kemari, Aku butuh bantuanmu!
“ Seru kirman dengan suara lantang “
Bagas pun bertempur bersama Kirman, Dengan menggunakan bambu runcing.
Setelah beberapa saat korban pun berjatuhan, Dari pihak tentara dan
dari pihak masyarakat, Pak lurah selaku kepala desa pun menginstruksikan untuk
bergegas menjemput para korban yang berjatuhan,
Entah berapa korban yang telah berjatuhan tapi pak lurah dengan
ikhlas dan tabah membantu para korban.
Demikianlah cerpen yang saya buat, Mohon maaf bila masih ada
kesalahan baik dari kata-kata maupun
alur ceritanya. Terima kasih!
Bermanfaat bang
BalasHapus