Senin, 14 November 2016

Serdadu Tempur




Created by : Rama Doni & Muhammad Yusuf
Date : Monday, 24 oktober 2016


Yogyakarta 1935, Pukul 07:30 
 Pagi, Matahari pagi pun mulai menyongsong dan diikuti oleh kegiatan bertani para masyarakat desa. Desa sekar mukti salah satunya, Pak dandi salah seorang warga sekar mukti, ia pun mulai bergegas meninggalkan rumah untuk bertani. Kirman adalah anak bungsu dari pak dandi, Di pagi itu kirman mempersiapkan barang bawaan untuk dibawa ke pos penjagaan,
“ Dalam hati pun ia berkata! ada yang harus aku perjuangkan untuk desa ini, Terlebih untuk bangsa dan Negara ini “ Setibanya di pos penjagaan ia bertemu dengan bagas, Teman masa kecilnya. Saat ini kirman berusia 18 tahun,
Kirman : Hay.. gas! Apa kabarmu,
“ Tanya kirman “
Bagas : Allhamdulillah baik, Bagaimana dengan kamu. Ooh… Iya! Bapak mu sedang bertani ya.
Kirman : Allhamdulillah baik, Iya sedang bertani di ladang.
Begitulah beberapa percakapan yang terjadi antara bagas dan kirman.
Kemudian selang beberapa waktu para tentara belanda baru tiba di desa sebelah, Yaitu desa makmur sejahtera.
Salah seorang warga sekar mukti pun mendenggarnya, Ia adalah sepupu dari bagas bernama laras. Lantas ia langsung bergegas menuju pos penjagaan, Dengan nafas yang terengah engah! Ia pun berlari sekuat tenaga, setibanya di pos penjagaan ia pun langsung menghampiri kirman dan bagas, Mas! mas huftt..! “ Sambil mengelap keringat di pipinya “
Kenapa kamu dek! Tanya bagas. Kirman pun yang ada disebelahnya langsung panik, Ada apa ini!
Tak lama kemudian bagas pun berusaha menenangkan laras, Sepupunya itu.
Coba, Coba kamu jelaskan laras! Apa yang terjadi, “ Tanya bagas “
Laras : Di desa sebelah mas tentara belanda sudah tiba, “ Dengan raut wajah paniknya laras menjelaskan. “
Bagas : Ooh.. Benarkah! Segera beri tahu warga desa tentang hal ini.
Kirman : “ Mendengar hal itu kirman pun langsung bergegas menuju desa sekar mukti, Dengan tergesa gesa kirman menuju desa.
Saat sedang berjalan bertemulah ia dengan kepala desa, hufft.. hufft.. dengan tergesa gesanya kirman berlari.
Tak berselang lama pak lurah menyapa, hay. Tunggu sebentar! “ Tanya pak lurah “
Kirman : pak.. pak..! Didesa sebelah tentara belanda sudah tiba.
Pak lurah : “ Mendengar hal tersebut pak lurah terkejut “
Hahh.. benarkah itu! “  Terang pak lurah “
Kirman : Iya pak! Benar, Saya hendak bergegas ke desa pak, untuk memberitahu warga desa.
Pak lurah : Iya bareng saya saja, Saya pun hendak kesana.
“ Terang pak lurah “
Obrolan pun beberapa saat berhenti, Karena mereka bergegas kembali ke desa.
Setibanya di desa mereka langsung berorasi, hay..warga desa! Berkumpullah, Ada kabar buruk.
Beberapa saat kemudian, Warga pun berkumpul.
Iya.. Ada apa! Jawab salah seorang warga.
Pak lurah : Persiapkan persenjataan kalian! Kita akan bertempur, Para penjajah belanda sudah tiba di desa sebelah.
Ayo.. kita bertempur! Semuanya persiapkan persenjataan kalian, “ Saut salah seorang warga “
Beberapa saat kemudian dentuman senjata pun terdengar, Dorr.. dorr..!
Salah seorang warga pun panik mendengar hal tersebut, Dan segera mengumpulkan para wanita dan anak-anak, Untuk segera dievakuasi.
Para warga pun telah bersiap dengan persenjataan mereka, “ Dan tak selang berapa lama pertempuran pun terjadi “ Dorr.. dorr.. dor! Suara tembakan pun berlangsung, Beberapa warga pun berjatuhan
Terkena tembakan.
Kirman yang melihat hal tersebut langsung panik melihat hal tersebut, Kirman sangat emosi dan berurai air mata.
Hahhhh.. Akan ku bunuh kalian semua! Jawab kirman dengan suara lantang.
Beberapa saat kemudian kirman langsung berlari ke kerumunan tentara belanda, Hahh.. Rasakan ini! Kirman pun menusukan bambu runcing ke badan salah seorang tentara, Arghhh.. Salah seorang tentara belanda meringis kesakitan! “ Kirman menusukan bamboo runcing berulang ulang ke tubuh tentara tersebut “
Bagas pun bergegas menuju kirman, untuk membantunya.
Bagas : Kirman tunggulah aku, aku akan membantumu!
  bagas berteriak dengan suara lantang “
Peperangan pun masih terus berlangsung, Dengan suara tembakan yang terus bergema!
Kirman : Cepatlah kemari, Aku butuh bantuanmu!
“ Seru kirman dengan suara lantang “
Bagas pun bertempur bersama Kirman, Dengan menggunakan bambu runcing.
Setelah beberapa saat korban pun berjatuhan, Dari pihak tentara dan dari pihak masyarakat, Pak lurah selaku kepala desa pun menginstruksikan untuk bergegas menjemput para korban yang berjatuhan,
Entah berapa korban yang telah berjatuhan tapi pak lurah dengan ikhlas dan tabah membantu para korban.

Demikianlah cerpen yang saya buat, Mohon maaf bila masih ada kesalahan baik dari kata-kata  maupun alur ceritanya. Terima kasih!